Perakitan Varietas Unggul Baru (VUB) Tomat: Menyongsong Kebutuhan Pasar yang Terus Berkembang
Lembang – Kebutuhan akan tomat yang terus berkembang mendorong pentingnya perakitan Varietas Unggul Baru (VUB) tomat di Indonesia. Sama seperti tren fashion yang selalu berubah, preferensi konsumen terhadap tomat juga mengalami perubahan seiring waktu, bergantung pada berbagai faktor, seperti tujuan konsumsi, kebutuhan industri, dan kondisi iklim.
Dalam rangka memenuhi tantangan ini, Program Perakitan VUB Tomat terus dilakukan, salah satunya melalui kolaborasi internasional dalam Proyek Kerjasama AFACI Phase 2 (2023-2025). Proyek ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BPSI Sayuran, RDA Korea, dan WorldVeg Center, yang bertujuan untuk menghasilkan VUB tomat dengan karakteristik unggul sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.
Hibridisasi dan Seleksi untuk Hasil Terbaik
Tahapan perakitan VUB tomat dimulai dengan kegiatan hibridisasi, seleksi, evaluasi, karakterisasi, dan dokumentasi. Salah satu aspek penting dalam perakitan VUB tomat adalah proses persilangan dialel yang melibatkan tetua-tetua tomat lokal Indonesia dan introduksi dari Proyek AFACI Phase 2. Hasilnya, telah diperoleh 30 nomor hasil hibridisasi yang akan melalui tahap seleksi dan evaluasi lebih lanjut.
Penting untuk mengetahui daya gabung umum dan khusus dari hasil persilangan tersebut, yang akan memberikan gambaran mengenai potensi galur tomat tersebut, apakah lebih cocok sebagai tetua betina atau jantan, dan apakah pengembangannya lebih baik menuju varietas hibrida atau OP (Open Pollinated). Evaluasi sifat keunggulan terhadap cekaman biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (lingkungan) juga menjadi fokus utama, mengingat Indonesia sering menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan serangan hama.