BRMP Sayuran Matangkan Perencanaan TA 2026 melalui Seminar Proposal Teknis dan Manajemen
Lembang, 12–13 Februari 2026 – Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) menyelenggarakan Seminar Proposal Teknis dan Manajemen Tahun Anggaran (TA) 2026 di Aula Kencana BRMP Sayuran, Lembang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penanggung jawab kegiatan sebagai bagian dari proses pemantapan dan penyelarasan perencanaan program tahun mendatang.
Seminar dibuka secara resmi dan menjadi forum strategis untuk memaparkan rencana kegiatan, target output, metodologi pelaksanaan, serta tim pelaksana sesuai dengan outline yang telah ditetapkan.
Setiap penanggung jawab kegiatan mempresentasikan proposalnya, yang kemudian dibahas bersama melalui sesi diskusi guna memperoleh masukan dan penyempurnaan sebelum pelaksanaan di tahun anggaran berjalan.
Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi, dan Perakitan Modernisasi Pertanian, Astiti Rahayu, M.P., menjelaskan bahwa seminar ini merupakan tahapan penting dalam siklus perencanaan kegiatan balai.
“Seminar ini adalah kegiatan presentasi yang nantinya akan dilaksanakan oleh seluruh penanggung jawab kegiatan di BRMP Tanaman Sayuran yang akan membahas mengenai rencana kegiatan di tahun 2026,” ujarnya.
Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada kegiatan teknis, antara lain pengujian dan perakitan tanaman sayuran, penguatan sistem perbenihan, pengelolaan benih sumber komoditas strategis, serta dukungan laboratorium dan sarana prasarana pendukung lainnya.
Sementara itu, hari kedua mencakup paparan kegiatan teknologi terapan serta dukungan manajemen, meliputi layanan administrasi perkantoran, penguatan akuntabilitas kinerja, layanan diseminasi dan informasi publik, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), hingga monitoring dan evaluasi program.
Plt. Kepala BRMP Sayuran, Makhful, S.P., M.Si., dalam arahannya menyoroti salah satu isu strategis yang menjadi perhatian utama dalam seminar kali ini, yakni penanganan komoditas bawang putih yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi, terutama dalam aspek perbenihan dan pascapanen.
Menurutnya, penguatan tata kelola pascapanen menjadi bagian penting dalam mendukung target swasembada bawang putih.
“Pascapanen harus ditangani dengan baik agar benih yang dihasilkan memenuhi standar mutu. Ketersediaan benih yang cukup dan tepat waktu menjadi kunci keberhasilan swasembada bawang putih,” jelasnya.
Melalui seminar ini, BRMP Sayuran menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh program TA 2026 tersusun secara terarah, terukur, dan selaras dengan target pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mendukung penguatan sistem perbenihan serta percepatan swasembada komoditas strategis.