KoRAA 2025: Indonesia dan Korea Tingkatkan Kolaborasi Pemuliaan Hortikultura
Jeonju, Korea Selatan (20–25 Oktober 2025) – Perwakilan peneliti dan pegawai pemerintah dari tujuh negara Asia, termasuk Indonesia, mengikuti program Korea Rural Development Administration Alumni Association (KoRAA) di Korea Selatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas peneliti pertanian, khususnya di bidang hortikultura, serta memperluas jejaring kerja sama antara Rural Development Administration (RDA) dan negara anggota KoRAA.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti pelatihan teknis dan kunjungan ke berbagai lembaga riset. Di Wonkwang University, peserta mempelajari sistem budidaya dan teknologi pemuliaan hortikultura. Sementara itu, di Allium Vegetable Research Center (RDA), peserta mendapatkan paparan mengenai proses pemuliaan bawang menggunakan marka molekuler serta seleksi tetua elit.
Kunjungan juga dilakukan ke National Agrobiodiversity Center (NAC) untuk mempelajari konservasi sumber daya genetik tanaman. Dalam sesi presentasi, masing-masing delegasi menampilkan hasil evaluasi adaptabilitas tanaman sayuran dari negaranya. Delegasi Indonesia menampilkan hasil pengujian adaptabilitas kubis, cabai, dan bawang bombai.
Selain itu, peserta turut mempelajari penerapan pertanian cerdas (smart farming) di National Institute of Agricultural Science (NIAS) dan Jeonbuk Smart Farm Innovation Valley, termasuk teknologi traktor otomatis, robot hortikultura, serta sistem Internet of Things (IoT) berbasis precision farming. Di Pepper & Breeding Institute, peserta juga mendapatkan wawasan tentang pengembangan varietas cabai tahan penyakit melalui teknik pemuliaan molekuler.
Melalui program KoRAA 2025 ini, diharapkan kerja sama antara Indonesia dan Korea semakin kuat dalam pengembangan teknologi pemuliaan, konservasi sumber daya genetik, serta penerapan pertanian cerdas berkelanjutan di kawasan Asia.