Tim Produksi Benih Bawang Putih Lakukan Roguing demi Jaga Kemurnian Varietas
LEMBANG – Dalam upaya menjaga kualitas dan mutu benih secara berkelanjutan, Tim Produksi Benih Bawang Putih melaksanakan kegiatan rogouing tanaman secara berkala guna varietas Lumbu Kuning guna memastikan benih yang dihasilkan benar-benar murni, bermutu tinggi, dan bebas dari kontaminasi.
Kegiatan roguing yang krusial ini berfokus pada pemeriksaan kondisi fisik tanaman secara langsung di lahan produksi. Terdapat dua aspek utama yang menjadi sasaran pengamatan tim di lapangan, yaitu mengidentifikasi serta memisahkan Campuran Varietas Lain (CVL) yang memiliki karakteristik di luar varietas target, sekaligus mendeteksi secara dini tanaman yang menunjukkan gejala terinfeksi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), terutama penyakit akibat virus agar tidak menular ke tanaman sehat lainnya.
Sebelum terjun ke lapangan, tim produksi telah membekali diri dengan pemahaman mendalam mengenai ciri khas morfologi dari masing-masing varietas. Proses seleksi pun dilakukan secara ketat dengan mengamati beberapa parameter visual penentu, mulai dari warna batang, bentuk daun, hingga karakter pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Ketika tim menemukan adanya tanaman yang tidak sesuai dengan karakter asli varietas Lumbu Kuning (terdeteksi sebagai CVL), langkah sigap yang diambil adalah langsung melakukan penandaan pada tanaman tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti. Langkah preventif ini memastikan hanya tanaman yang benar-benar varietas Lumbu Kuning yang dipertahankan hingga tahap produksi berikutnya.
Optimalisasi Lahan di KP. Margahayu
Kegiatan sertifikasi dilakukan berskala besar, mencakup total luas lahan produksi benih bawang putih mencapai 13 hektar yang terletak di Kebun Percobaan (KP) Margahayu, Lembang. Di area ini, tim mengelola dan mengawal kemurnian dari 4 varietas bawang putih unggulan secara simultan.