BRMP Sayuran Gelar Panen Benih Bawang Putih di Temanggung, Dukung Swasembada Nasional
Temanggung, 22 Juni 2026 – Tim Produksi Benih Bawang Putih Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) sukses melaksanakan rangkaian kegiatan panen benih bawang putih kelas Benih Pokok (BP) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kegiatan produksi ini dilakukan di atas lahan dengan total luasan mencapai 7,1 hektare. Lahan tersebut tersebar di 32 lokasi strategis kawasan dataran tinggi lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, yang meliputi wilayah Kecamatan Parakan, Bulu, dan Kledung.
Strategi Penguatan Kemandirian Benih Nasional
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan, khususnya melalui penguatan kemandirian benih nasional untuk komoditas bawang putih.
Untuk menghasilkan benih bermutu tinggi, produksi benih pokok ini dilakukan melalui skema pemurnian varietas yang memerlukan pengawasan dan pengendalian mutu secara ketat. Oleh karena itu, tim di lapangan melakukan kegiatan seleksi dan pemeriksaan secara berkala guna menjaga kemurnian genetik serta kualitas benih yang dihasilkan.
Proses seleksi lapang diterapkan dengan mengidentifikasi dan memisahkan Campuran Varietas Lain (CVL). Selain itu, petugas juga memusnahkan tanaman yang terserang penyakit sistemik, seperti virus dan layu Fusarium. Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan benih yang dihasilkan benar-benar terbebas dari kontaminasi dan memenuhi standar mutu benih yang telah ditetapkan.
Sinergi Bersama Petani Lokal
Kelancaran produksi benih bawang putih ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara BRMP Sayuran dengan penangkar bawang putih lokal sekaligus Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki 1 Desa Glapansari, Bapak Tito Cantoko.
Pada musim tanam kali ini, varietas yang digunakan adalah Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning. Kedua varietas ini memiliki umur panen masing-masing sekitar 110 hari dan 100 hari setelah tanam (HST) pada kondisi agroekosistem dataran tinggi Kabupaten Temanggung.
Dari hasil panen kali ini, BRMP Sayuran menargetkan perolehan sekitar 4 ton benih kering bawang putih. Seluruh hasil panen tersebut nantinya akan digunakan kembali sebagai sumber benih utama untuk kegiatan produksi pada musim tanam berikutnya. Ketersediaan benih yang bermutu dan berkesinambungan ini diharapkan dapat mendongkrak angka produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan.
Komitmen Jangka Panjang
Melalui momentum panen ini, BRMP Sayuran menegaskan komitmennya untuk terus mendukung tercapainya kemandirian benih bawang putih nasional. Upaya ini dilakukan agar Indonesia secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih impor.
Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pemantik kolaborasi jangka panjang. Sinergi yang kuat tidak hanya akan meningkatkan ketersediaan benih bermutu di pasar domestik, tetapi juga memberikan dampak dan manfaat ekonomi nyata bagi kesejahteraan petani bawang putih—baik di Kabupaten Temanggung maupun di berbagai daerah sentra produksi lainnya di seluruh Indonesia.