Tingkatkan Daya Saing Kentang Garut, Program ICARE Dorong Budidaya Berbasis Teknologi Modern
GARUT — Monitoring dan Evaluasi (Monev) Competitive Grant (CG) Program ICARE Tahap I Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Garut pada 26–27 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana sekaligus mendorong keberlanjutan inovasi bagi para petani.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua PIU Jawa Barat ICARE dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Selanjutnya, sebanyak 21 penerima Competitive Grant memaparkan capaian, proses implementasi, serta arah pengembangan kegiatan mereka di hadapan tim Monev.
Salah satu pemaparan disampaikan oleh Dr. Eti Heni Krestini, S.P., M.P., dengan judul kegiatan “Pengembangan Kawasan Budidaya Kentang Terintegrasi Berbasis Teknologi Modern dan Digitalisasi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing di Kabupaten Garut.” Inovasi ini memfokuskan pada integrasi teknologi modern dan digitalisasi kawasan pertanian guna mendongkrak produksi dan daya saing kentang lokal.
Penguatan keberlanjutan menjadi fokus utama dalam arahan Tim Monev, yang menekankan agar inovasi yang telah digagas tidak berhenti setelah periode program usai, melainkan terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh petani. Selain itu, kolaborasi, pengembangan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital diarahkan untuk memicu nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas. Tim Monev juga menggarisbawahi pentingnya menjaga komunikasi serta pendampingan intensif kepada para penerima manfaat, sebelum seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang pada 27 Agustus 2026.
Melalui evaluasi ini, pelaksanaan Program ICARE diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani, melahirkan inovasi yang berdampak nyata, serta meningkatkan daya saing sektor pertanian di Kabupaten Garut secara berkelanjutan.