Tanam Perdana Bawang Putih Program Kemitraan Impor di Karanganyar
Karanganyar, 27 Mei 2025 — Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat (STO), Kementerian Pertanian, menggelar kegiatan Tanam Perdana Bawang Putih Bersama melalui Program Kemitraan Pelaku Usaha Impor di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini menjadi langkah percepatan realisasi komitmen tanam oleh para importir penerima PPRK (Persetujuan Pemasukan Rekomendasi Kuota), sekaligus mendukung target swasembada bawang putih nasional.
Direktur STO, Ir. Tommy Nugraha, MM. menyampaikan bahwa program wajib tanam bagi importir telah memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional bawang putih, dengan rata-rata 41,9% sepanjang 2018 hingga 2024. Ia optimistis, melalui kolaborasi yang kuat dan konsistensi pelaksanaan, Indonesia bisa kembali mencapai masa kejayaan seperti tahun 1995, saat produksi bawang putih nasional mencapai 152 ribu ton.
Pada tahap awal, luas tanam direncanakan mencapai 109 hektar, yang tersebar di Kecamatan Tawangmangu dan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.
BRMP Tanaman Sayuran turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diwakili langsung oleh Kepala Balai, Dr. Noor Roufiq Ahmadi, S.T.P., M.P.
Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E., dalam sambutannya menekankan potensi besar kawasan dataran tinggi Kalisoro dalam pengembangan komoditas bawang putih. Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk memastikan kepastian pasar bagi para petani.
Kegiatan tanam perdana ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari offtaker, importir, penyedia sarana produksi, hingga perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, membangun ekosistem agribisnis yang berkelanjutan, dan mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih di Indonesia.