Mitigasi Kemarau: Kementerian Pertanian Gelar Rakor LTT Jawa Barat...
LEMBANG, 5 Agustus 2026 — Tim Swasembada Pangan BRMP Sayuran sebagai penanggung jawab kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Jawa Barat (Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan) hadir secara aktif dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Rakor yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ini berlangsung secara hybrid di Aula Krisan 2–3 BBPP Lembang, Kabupaten Bandung Barat, untuk mengevaluasi capaian LTT bulan Juli sekaligus mempercepat pencapaian target tanam Agustus 2026 di tengah ancaman puncak musim kemarau.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Direktur Serealia Kementan, Gunawan, S.P., M.Si., berfokus pada penyusunan langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan target tanam dan produksi padi di Jawa Barat. Berdasarkan data evaluasi KSA BPS, realisasi luas panen dan produksi padi Provinsi Jawa Barat periode Januari–September 2026 diproyeksikan masih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Penurunan produksi ini utamanya disebabkan oleh menurunnya produktivitas di sejumlah daerah sentra utama akibat tingginya dampak kekeringan pada Subron 1.
Guna mengatasi tantangan ketersediaan air, Kementan bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat mengintensifkan sinergi dengan instansi pengelola sumber daya air, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, BBWS Cimanuk Cisanggarung, BBWS Citanduy, PJT, serta BMKG. Penguatan koordinasi ini ditujukan untuk mengamankan pertanaman standing crops dan memaksimalkan suplai air pada daerah-daerah irigasi strategis.
Sebagai solusi konkret peningkatan produksi, Kementan mendorong penerapan strategi PM-AAS serta optimalisasi indeks pertanaman. Selain itu, langkah mitigasi kekeringan di lapangan juga dipercepat melalui optimalisasi Brigade Alsintan, pemanfaatan irigasi perpompaan (irpom) dan irigasi tertekan (irtek), penyempurnaan Rencana Tata Tanam Global (RTTG), serta penanganan hambatan distribusi BBM bersubsidi bagi petani.
Melalui konsolidasi ini, seluruh jajaran instansi pertanian di Provinsi Jawa Barat optimistis dapat merealisasikan target tanam bulan Agustus. Sinergi yang kuat antar-stakeholder diharapkan mampu mengamankan kontribusi Jawa Barat sebagai salah satu penopang utama swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.