Jawa Timur Disiapkan Jadi Pusat Pengembangan Bawang Putih Nasional
Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura (BRMP Hortikultura) Dr. Inti Pertiwi Nashwari, S.P., M.Si., bersama Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Timur, dan tim teknis melaksanakan survei lapangan untuk menentukan lokasi penanaman bawang putih di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam strategi pengembangan komoditas hortikultura nasional.
Survei yang dilaksanakan pada 6 –7 Agustus 2025 di tiga titik potensial penanaman bawang putih: Bumiaji (Kota Batu), Pacet (Kabupaten Mojokerto), dan Ngajum (Kabupaten Malang). Tiap lokasi memiliki karakter lahan dan iklim berbeda, sehingga pemetaan cermat menjadi kunci keberhasilan.
Dalam kunjungan ke Desa Tulungrejo, Bumiaji, tim berdiskusi dengan perangkat desa membahas Program Produksi Lipat Ganda (Proliga) yang menargetkan hasil 20 ton bawang putih basah per hektare. Langkah ini diharapkan menekan impor dan memperkuat pasokan domestik.
Menurut Dr. Inti Pertiwi Nashwari, kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan lapangan, tetapi merupakan langkah strategis dalam mendukung program swasembada bawang putih yang telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia. “Melalui Proliga, kita optimalkan potensi daerah, tingkatkan produktivitas, dan pastikan ketersediaan benih berkualitas untuk petani,” ujarnya.
Pengembangan benih sumber akan dilakukan di empat provinsi: Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan NTB, sebagai wujud sinergi antarwilayah menuju swasembada bawang putih.
Dengan dukungan lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga penelitian, hingga petani - Jawa Timur diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan bawang putih nasional. Keberhasilan program ini akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia, khususnya di sektor hortikultura yang memiliki nilai strategis tinggi bagi ketahanan pangan dan ekonomi nasional.