BRMP Sayuran Supervisi Kelayakan Delegasi Legalitas Benih Kentang di UPTD Pangalengan
PANGALENGAN – Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) melaksanakan kegiatan Supervisi Perpanjangan Delegasi Legalitas Kentang Kelas Penjenis Varietas Granola L di UPTD Balai Benih Kentang Pangalengan pada Selasa (23/6). Langkah ini dilakukan guna mengawal konsistensi penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dalam penyelenggaraan produksi benih di tingkat mitra.
Kegiatan supervisi dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha BRMP Sayuran, Makful, S.P., M.Si., bersama tim teknis. Pelaksanaan supervisi ini merujuk pada regulasi ketat perbenihan, di antaranya Kepmentan Nomor 20 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perbanyakan dan Sertifikasi Benih Kentang serta Kepmentan Nomor 642 tentang Sertifikasi Benih Hortikultura.
Dalam arahannya, Makful menegaskan bahwa supervisi merupakan instrumen evaluasi berkala untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan tegak lurus dengan Standard Operating Procedure (SOP). Delegasi legalitas hanya dipertahankan bagi mitra yang terbukti disiplin memenuhi persyaratan teknis maupun administratif.
"Apabila dalam perkembangannya ditemukan ketidaksesuaian di lapangan dan tidak ditindaklanjuti sesuai batas waktu yang ditentukan, maka status delegasi dapat dibekukan bahkan dicabut sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Makful tegas.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Ir. Dadan Hidayat, M.Si. Beliau memberikan apresiasi terhadap UPTD Balai Benih Kentang Pangalengan yang dinilai sangat kooperatif dan tertib administrasi. Dadan berharap delegasi legalitas ini dapat berlanjut demi pengembangan kentang di Jawa Barat.
"Jawa Barat memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sentra produksi kentang konsumsi, tetapi juga sebagai 'provinsi benih' yang menopang kebutuhan benih kentang berkualitas bagi para petani di berbagai wilayah Indonesia," kata Dadan.
Merespons hal tersebut, Kepala UPTD Balai Benih Kentang Pangalengan, Tatang Hidayat, S.P., M.P., menyatakan komitmennya untuk segera menyempurnakan beberapa catatan teknis dan dokumen yang menjadi perhatian tim supervisi. "Perpanjangan delegasi ini sangat penting bagi kami untuk terus mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan planlet dan benih sumber kentang berkualitas," ungkap Tatang.
Secara umum, hasil penilaian tim supervisi menunjukkan adanya peningkatan performa yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Indikator positif ini diperkuat dengan nihilnya keluhan (zero complaint) dari petani maupun penangkar terkait kualitas planlet yang didistribusikan oleh Balai Benih Kentang Pangalengan.
Melalui pengawalan mutu yang ketat ini, komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas kentang nasional dan menjaga keberlanjutan sektor hortikultura Indonesia diharapkan dapat berjalan optimal.